BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam
era globalisasi dan teknologi dewasa ini, penggunaan komputer sebagai salah
satu alat teknologi informasi sangat dibutuhkan keberadaannya hampir disetiap
aspek kehidupan.
Penggunaan
perangkat komputer sebagai perangkat pendukung manajemen dan pengolahan data
adalah sangat tepat dengan mempertimbangkan
kuantitas dan kualitas data, dengan demikian penggunaan perangkat komputer
dalam setiap informasi sangat mendukung sistem pengambilan keputusan.
Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima telah
berdiri secara resmi berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri
dan terdiri dari beberapa desa yaitu diantaranya, Desa Mbawa, Desa Mpili, Desa
O’o, Desa Kala, Desa Doridungga, Desa Palama,
Desa Rora, Desa Bumi Pajo dan Desa Ndano Na’e.
Sehubungan dengan data kepegawaian dan
kegiatan yang ada pada Kantor Camat Donggo maka perlu untuk merancang suatu
sistem komputerisasi supaya mempermudah Pegawai, Staf terlebih khususnya masyarakat agar dapat
mengetahui secara cepat dan tepat tentang pegawai sekaligus kegiatan atau
program kerja yang telah dilakukan oleh camat donggo. Dalam rangka
meningkatkan dan menghimpun data tentang Kepegawaian
dan kegiatan yang ada di Kantor Kecamatan Donggo maka diperlukan
tersedianya data-data yang
terkomputerisasi sehingga dapat menghasilkan suatu informasi yang tepat
sasaran, efisien dan efektif.
Dalam
aktifitasnya membuat pendataan
tentang kepegawaian dan sekaligus kegiatan di kantor kecamatan donggo belum
menerapkan sistem komputerisasi secara optimal. Dalam menyajikan sistem informasi kepegawaian dan kegiatan tersebut penggunaan komputer hanya
sebatas pengetikan seluruh data pegawai yang telah dipersiapkan
sebelumnya dengan menggunakan aplikasi Ms-Word dan Ms-Excel, sehingga didalam
menghasilkan seluruh data pegawai
dan kegiatan belum akurat dan tidak
relatif.
Data-data
yang berhubungan dengan pegawai dan
kegiatan yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang
terhimpun itu tentu saja sangat diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam pencarian informasi dan kegiatan dibutuhkan maka diperlukan suatu sistem informasi.
Sistem informasi tersebut harus dapat diandalkan untuk mengolah data menjadi
informasi yang bermanfaat dalam mengambil keputusan manajemen baik rutin maupun
strategis.
Keadaan
ini mendorong suatu usaha untuk merancang suatu sistem informasi pendataan kepegawaian dan kegiatan yang ada di
kantor kecamatan donggo kabupaten bima. Hal ini pula yang menjadi latar
belakang penulis melakukan penelitian yang penulis sajikan dalam karya ilmiah yang berjudul ”Perancangan Sistem Informasi Kepegawaian dan Kegiatan Pada Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.
Bagaimana merancang sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor kecamatan donggo
kabupaten bima ?
2.
Bagaimana pengujian terhadap sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor kecamatan donggo
kabupaten bima ?
3.
Bagaimana
cara pegawai mengetahui informasi tentang Kepegawaian dan Kegiatan pada kantor
kecamatan donggo kabupaten ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk membantu pegawai maupun staf yang ada di kantor kecamatan donggo kabupaten
bima dalam menyajikan sistem
informasi kepegawaian dan kegiatan kantor kecematan donggo sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam pencarian
dan penyajian informasi yang berhubungan dengan kepegawaian dan kegiatan kantor kecamatan donggo
kabupaten bima.
b. Membuat suatu sistem informasi tentang kepegawaian dan kegiatan dalam suatu kelompok database dengan
menggunakan suatu perangkat lunak;
c. Sebagai masukan dan memperluas cakrawala
penulis dalam merancang suatu sistem untuk memecahkan masalah-masalah yang
dihadapi, serta bertujuan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat guna
meraih gelar dalam ilmu komputer pada jurusan Teknik Informatika di Universitas
Islam Makassar.
1.4 Batasan Masalah
Karena banyaknya aktifitas kerja pada Kantor kecamatan donggo kabupaten bima serta sesuai dengan judul penulis, untuk
itu penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini.
Batasan tersebut hanya menitik beratkan pada pendataan kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan
Donggo Kabupaten Bima. Adapun masalah yang akan di bahas yaitu :
1. Data Pegawai
2. Data Kegiatan (Program Kerja)
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu
:
1. Pegawai dapat dengan mudah mencari informasi.
2. Memudahkan pegawai untuk mengetahui perkembangan informasi
pegawai dan kegiatan pada kntor camat donggo kabupaten bima.
3.
Pegawai
dapat dengan mudah untuk mengetahui jadwal kegiatan.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Sistem
Sistem itu berasal dari bahasa Yunani yang
artinya kesatuan. Suatu sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
“Sistem adalah suatu jaringan kerja yang
terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu” (Ponco
W.Sigit, 1999:1).
Suatu sistem dalam mencapai tujuannya tentu memerlukan
suatu proses yang terdiri atas bermacam-macam tipe proses misalnya proses
secara konsep, proses secara fisik, proses secara prosedur, proses secara sosial
dan lain-lainnya.
Andri Kristanto (2003:1), mendefinisikan sistem
adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.
Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan
dan sasaran yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam
mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang
dihasilkan.
Menurut Aji Surpiyanto (2005:238) sistem adalah
kumpulan elemen, komponen atau subsistem yang saling berintegrasi dan
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi setiap sistem memiliki
subsistem-subsistem dan subsistem terdiri atas komponen-komponen atau
elemen-elemen.
Sistem dapat tercapai dengan baik bila terdapat
pengawasan yang berguna untuk mengawasi pelaksanaan pencapaian tujuan yang
terdiri atas pengawasan data masukan/input, pengawasan data keluaran/output,
serta pengawasan terhadap operasi sistem.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data, data
adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu
yang terjadi pada saat tertentu.
Dwi Budiarti (1999:8), mendefinisikan informasi
adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) informasi
adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Hubungan antara data dengan informasi dapat
dilihat seperti gambar dibawah ini :
Gambar 2.1 Transformasi data menjadi
informasi
Dari gambar 2.1 dapat dijelaskan bahwa data
dapat berupa simbol-simbol, yang dapat berupa huruf dan angka yang diolah
menjadi suatu output (informasi) dan hasil pengolahan data tersebut dapat
disimpan dalam suatu media penyimpanan, sehingga jika diperlukan dapat
ditampilkan atau disajikan kembali.
“Informasi merupakan kumpulan data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa
suatu informasi, suatu sistem tidak akan
berjalan dengan lancar dan akhirnya bisa mati. Suatu organisasi tanpa adanya
suatu informasi maka organisasi tersebut tidak bisa berjalan dan tidak bisa
beroperasi ” (Andri Kristanto, 2003:6).
Dengan kata lain sumber informasi adalah data.
Data menggambarkan suatu kejadian yang sedang berjalan, dimana data tersebut
akan diolah dan diterapkan dalam sistem menjadi input yang lebih berguna dalam
suatu sistem, kesalahan dalam mengambil dan memasukkan data dan kesalahan dalam
mengolah data akan mneyebabkan kesalahan dalam memberikan informasi.
Kualitas suatu informasi tergantung pada tiga
hal yaitu, informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan. Akurat artinya
informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau
menyesatkan. Tepat waktu, artinya informasi yang datang kepada penerima tidak
boleh terlambat. Relevan, artinya informasi tersebut mempunyai manfaat bagi
yang menbutuhkannya.
Nilai dari suatu informasi itu ditentukan oleh
dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Suatu
informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar/efektif dibandingkan
biaya untuk mendapatkannya.
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi adalah sebuah
bahan penting bagi manajemen. Sistem informasi dalam sebuah organisasi dibatasi
oleh data yang dapat diperoleh, biaya untuk pengadaan, pengolahan dan penyimpanan
dan sebagainya. Sebuah sistem informasi berdasarkan komputer biasanya dapat
mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kemampuan dan prestasi sistem
informasi.
Menurut Jogiyanto H.M
(1995:697) dalam Andy Indra Rinaldi (2003:8) mendefiniskan sistem informasi adalah
:
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang
merupakan kombinasi dari orang-orang fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada
manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian intenal dan eksternal
yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
yang cerdik.
Andri Kristanto (2003,11), mendefinisikan
sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak
komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat
keras dan perangkat lunak tersebut.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) sistem
informasi adalah sistem didalam suatu organisasi, yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan
strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Selain itu sistem informasi dapat didefinisikan
sebagai berikut :
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang
terdiri komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu
menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat
dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk
mengendalikan organisasi.
c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat
manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi dapat terdiri dari
komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building
block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model
block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology
block), blok dasar data (database block) dan blok kendali (control
block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling
berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai
sasarannya.
-
Blok masukan : merupakan input yang
mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi yang dapat berupa
dokumen-dokumen dasar.
- Blok model : terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan
model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
- Blok keluaran : merupakan keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna.
- Blok teknologi : digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan
membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi itu sendiri terdiri dari 2 bagian utama, yaitu perangkat
software dan hardware.
- Blok basis data :
kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan
digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
- Blok kendali :
dirancang dan diterapkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem ataupun
kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi sewaktu sistem diimplementasikan.
2.4 Diagram Arus Data (DAD)
Diagram arus data sering digunakan untuk
mengambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan
dikembangkan secara logika. Menurut
Ponco W.Sigit (1999:40) menyatakan bahwa
“Diagram Arus Data (DAD) merupakan alat analisis terstruktur yang baik
dan populer, karena dapat menggambarkan arus data pada suatu sistem secara
terstruktur dan jelas”.
Ada beberapa simbol yang digunakan di DAD antara
lain :
a. External Entity (kesatuan luar)
Suatu sistem tentu mempunyai batas sistem yang
memisahkan suatu sistem dengan kesatuan luarnya. Kesatuan luar merupakan
kesatuan dilingkungan luar sistem yang bisa berupa orang, organisasi atau
sistem lainnya yang dapat memberikan input atau output dari luar sistem. Kesatuan luar digambarkan dengan simbol
persegi panjang :
|
Gambar 2.2 Simbol Kesatuan Luar
b. Proces (proses)
Proses adalah suatu kegiatan atau kerja
yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer. Proses berfungsi untuk mengolah
arus data yang masuk kedalamnya/input, kemudian dari proses itu juga
menghasilkan arus data/output. Suatu proses digambarkan dengan simbol lingkaran
atau empat persegi panjang dengan sudut-sudutnya yang tumpul.
![]() |
atau
Gambar 2.3 Simbol Proses
c. Data Store (simpanan data)
Data Store digunakan untuk menyimpan data
hasil proses maupun menyediakan data untuk diproses. Data store dapat berupa
file atau database pada sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak
tempat data, tabel acuan manual atau suatu agenda/buku. Suatu data store
digambarkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang ditutup di salah satu
ujungnya.
Gambar 2.4 Simbol Data Store
d. Data Flow (arus data)
|
Arus data
mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini
menunjukkan arus dari data yang bisa berupa masukan/input untuk sistem atau
hasil/output dari suatu proses. Arus data harus diberi nama yang jelas dan mempunyai arti, dimana nama dari
arus data dituliskan disamping garis panahnya.
Gambar 2.5 Simbol Arus Data
|
|
Gambar 2.6 Simbol Arus Data Dua Arah
2.5 Konsep Database Manajemen Sistem
Database adalah kumpulan file-file
yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap
file yang ada. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam
satu lingkup perusahaan atau instansi.
Menurut Harianto Kristanto (1994:1)
menyatakan “Suatu Database Management System (DBMS) berisi satu koleksi data
yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses data tersebut”. Jadi
DBMS terdiri dari Database dan Set Program pengelola untuk menambah data,
menghapus data, mengambil dan membaca data.
Suatu DBMS terdiri dari beberapa
elemen antara lain :
a. Entity, adalah orang, tempat kejadian atau
konsep yang informasinya direkam. Pada bidang administrasi siswa misalnya, entity
adalah siswa, buku, pembayaran, nilai test;
b. Atribute, setiap entity mempunyai atribute
atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari
atributnya, misalnya nomor siswa, nama, alamat, nama orang tua, hobbi;
c. Data Value (nilai atau isi data),
adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau
atribute. Atribut nama karyawan menunjukkan tempat dimana informasi nama
karyawan disimpan, sedangkan data value adalah syafrizal merupakan isi data
nama karyawan tersebut;
d. Record, merupakan elemen yang saling
berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record
mewaklli satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor karyawan,
nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk;
e. File, merupakan kumpulan record-record
sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama namun
berbeda-beda data valuenya;
f. Database, adalah kumpulan file-file yang
mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu
bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan
tertentu.
2.6 Pendataan Kepegawaian
dan Kegiatan Pada Kantor Camat Donggo
Data pegawai dan
kegiatan merupakan hal yang penting disajikan secara
tepat, akurat dan mudah dipahami serta sangat diperlukan sebagai acuan dalam
menyajikan informasi.
Pegawai adalah sesorang yang melakukan penghidupanya dengan bekerja
dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja
swasta. (Soedaryono;2000). Kegiatan adalah bagian dari program yang
dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari
pencapaian sasaran terukur pada suatu program. (Ramlan S).
Dalam meningkatkan akurasi data serta
penyempurnaan dan pengembangan Kepegawaian dan kegiatan
pada kantor camat donggo di kabupaten bima, oleh karena itu dilakukan pendataan
antara lain:
1. Pengumpulan data Pegawai
Camat Donggo
2. Pengumpulan program kerja
3. Pengolahan data pegawai
dan kegiatan yang telah
dikumpulkan dari Kantor Camat Donggo Kabupaten Bima.
Data-data yang berhubungan dengan kepegawaian dan kegiatan yang terhimpun itu tentu
saja sangat diperlukan suatu sistem informasi yang handal dan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga serta
mengefisienkan waktu.
2.7 Bahasa Pemrograman yang dipakai
Kemajuan teknologi komputer sebagai
pendukung pemrosesan data dan informasi telah menjadi kebutuhan pokok
perusahaan. Komputer digunakan sebagai alat penunjang pemroses data dan
informasi serta dapat meningkatkan kinierja perusahaan dan operasionalnya.
2.8 Visual basic
Visual Basic merupakan
bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman
visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam
menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam
visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian
dijalankan dalam script yang sangat mudah.
Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan
kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam
sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini
memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada
di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik
pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman
yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP).
Visual Basic
sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan
komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet
dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur
database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa
dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat
program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan
oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat.
Pembuatan program
aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan dengan membuat tampilan aplikasi
pada form, kemudian diberi script program di dalam komponen-komponen yang
diperlukan. Form disusun oleh komponen-komponen yang berada di [Toolbox], dan
setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya lewat jendela [Property].
Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam
sistem operasi windows, seperti membuat form baru, membuat project baru,
membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat
fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk lebih jelasnya
Visual Basic menyediakan bantuan yang sangat lengkap dan detail dalam MSDN.
Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan
oleh suatu project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung
pada jenis project yang dibangun. Komponen standar dalam toolbox dapat dilihat
dalam panel kanan program Visual Basic.
Komponen Visual Basic studio

Layar Visual Basic hampir sama dengan layar
program-program aplikasi windows pada umumnya. Kita dapat memindah-mindahkan,
menggeser, memperbesar atau memperkecil ukuran setiap komponen layar Visual
Basic seperti kita memanipulasi layar windows.
Komponen-komponen dari lingkungan Visual Basic
tersebut antara lain adalah :
a) Baris Menu
Menu merupakan kumpulan perintah-perintah yang
dikelompokkan dalam kriteria operasi yang dihasilkan. Visual Basic menyediakan tiga belas menu, keterangan
masing-masing terdapat pada tabel berikut :
b) Toolbar
Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar
akan sangat membantu dalam mempercepat akses perintah (yang bias jadi
tersembunyi di dalam tingkat-tingkat hirarki). Sebab tombol speed berfungsi
sama dengan perintah yang tersedia (dan tersembunyi) di dalam menu.
c) Form

Form adalah bahan untuk pembuatan window. Kita
meletakkan kontrol pada form. Kontrol ini misalnya tombol, check box, radio
button, memo label, panel dan sebagainya. Pada form tersedia tombol
minimize/restore dan close, ketiganya terletak di pojok kanan atas.
Ukuran form bisa diubah dengan drag dan drop
tiga titik di sebelah kanan, bawah dan pojok kanan bawah. Jika drag ke arah ke
luar akan memperbesar dan sebaliknya akan memperkecil.
Untuk mengaktifkan form ada tiga cara yaitu :
1.
Klik
tombol View Object pada Window Project
2. Dari Menu View klick
perintah object
3. Tekan tombol Shift +F7
pada keyboard.
d) Window Code

Window Code adalah window tempat kita
menuliskan progam. Pada window ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Jika
kita melakukan klik ganda pada sebuah object yang berupa kontrol atau form maka
window code ini akan langsung aktif dan membawa kursor kita ke tempat penulisan
program yang terkait dengan obyek tersebut. Tempat penulisan berada diantara
kata Private Sub dan End Sub.
Untuk mengaktifkan Window Code ada beberapa cara :
1. Klik tombol View Code pada Window Project
2. Dari menu View klik perintah Code
Pada Window Code ini terdapat dua buah fasilitas utama
yaitu pemilih object dan prosedur. Hasil pemilihan akan membawa kursor ke
lokasi penulisan kode program sesuai pemilihan kita.
e) Toolbox
Toolbox adalah tempat penyimpanan
kontrol yang akan kita gunakan pada program yang dipasangkan pada form. VB6
menyediakan 21 kontrol, masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut :

f)
![]() |
Project Explorer
Project Explorer berfungsi berbagai saran
pengakses bagian-bagian pembentuk project. Pada windows ini terdapat tiga
tombol pengaktif untuk Windows Code, Windows Object dan Toggle Folder. Juga
terdapat diagram yang menampilkan susunan folder penyimpanan file-file project.
Secara default windows ini menempati dock-nya
sendiri, yaitu di sebelah kanan atas. Namun kita bisa membuatnya mengambang
keluar dock dengan cara mengklik atau drag keluar judul windows ini.
Untuk menampilkan windows ini dengan caranya adalah :
1. Dari menu View pilihlah Project Explorer
2. Tekan tombol CTRL +R pada keyboard
g) Window Properties

Window ini bertugas menyiapkan segala properti dari objek yang
diperlukan dalam perancangan user interface maupun pemrograman. Pada
window ini terdapat semua properti yang dimiliki oleh objek terpilih (cara
memilih objek adalah klik objek langsung pada diagram di project explorer atau
klik langsung pada objeknya, misalnya form).
Pada windows ini terdapat dua tab yang
menampilkan properti dalam dua cara sesuai dengan nama tab yaitu tab Alphabet
(diurutkan berdasarkan namanya sesuai dengan abjad, ini merupakan pilihan
default) dan Categories (diurutkan berdasarkan fungsinya). Masing-masing properties
memiliki nilainya sendiri-sendiri yang telah disediakan VB6 atau kita isikan
sesuai dengan kebutuhan.
Cara menampilkan window ini caranya :
1.
Dari
Menu View pilihlah Properties Window
2. Tekan tombol F4 pada keyboard
h) Window Form Layout

Bisa digunakan untuk mengatur tata letak form
pada layar monitor. Seringkali kita salah menempatkan form sehingga untuk
mendapatkan posisi yang kita inginkan, setiap kali kita harus menjalankan
program unuk mengetahui posisi dari hasil penyetelan yang kita lakukan. Dengan adanya
window form layout ini pekerjaan yang berulang-ulang yang tidak kita inginkan tersebut bisa
dihindari.
i) Window Intermediate
Berguna untuk mencoba beberapa instruksi program pada windows ini. Pada
program saat menguji program, window ini bisa digunakan sebagai windows debug.
j)
Metoda
(Method)
Metoda adalah
suatu set perintah seperti halnya fungsi dan prosedur, tetapi sudah tersedia di
dalam suatu objek.
k) Event
Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu
objek, misalnya klik, seret, tunjuk dan lain-lain. Event yang diterima objek
akan memicu MS-Visual Basic menjalankan kode program yang ada di dalamnya.
Contoh : Private Sub
Command1_Click( )
Baris di atas
menunjukkan penggunaan Event Click pada objek command1, maka baris-baris kode
program di bawahnya akan dilaksanakan.
2.9 Objek & Komponen
Merupakan komponen dalam program serta elemen
antar muka yang di buat pada form VB menggunakan Control Toolbox. Kita harus
memindahkan, mengubah ukurannya, mengatur letak objek (Setting Property). Objek
memiliki Imberent Functional yaitu objek mengetahui cara beroperasi dan
merespon pada kondisi tertentu.
Contoh – contoh Objek dan Komponen pada VB beserta
fungsinya :
1. TextBox (tempat input/menampilkan teks -> bebas mengubah)
2. Label (teks pada form; tidak dapat langsung di ubah)
3. Command Button (menjalankan perintah/proses jika di tekan)
4. Frame (pengelompokan kontrol-kontrol secara
visual/fungsional)
5. CheckBox (menampilkan kondisi Y/N atau T/F)
6. Form (tempat kerja program aplikasi)
7. ComboBox (kombinasi textbox & listbox, pilih dari list
atau ketik)
8. ListBox (multiselect)
9. PictureBox (menampilkan gambar)
10. Image (menampilkan gambar, tapi tidak bisa sebagai kontainer
kontrol)
11. Option Button (mirip dengan checkbox, tapi hanya satu pilihan
yg dapat di pilih)
12. HS/VS ScrollBar (scrollbar Horizontal dan Vertikal)
13. Line (membentuk garis)
14. Data (data binding)
15. OLE – Object Lingking and Embedding (lokasi program
eksternal, ex : word ms, dll.)
16. Project (sekumpulan modul aplikasi itu sendiri)
17. module (modul fungsi-fungsi kontrol)
18. Code Editor (tempat sintaks/coding)
19. DBGrid (menampilkan item-item database)
20. Pointer (untuk memilih kontrol)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Waktu Dan Tempat Penelitian
Peneliti memilih objek penelitian pada
Kantor Camat Donggo Kabupaten Bima di mulai pada bulan Februari – Maret 2016.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
Terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan pada jenis field
research, yaitu:
a)
Teknik Observasi
Pengamatan langsung ke kantor camat donggo,data yang
dikumpulkan yaitu data-data
asli berupa data fisik yang akan digunakan di Sistem Informasi yang dirancang.
b)
Teknik Wawancara
Mengumpulkan data – data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan beberapa Pegawai maupun staf pada kantor camat donggo,
data yang dikumpulkan meliputi fasilitas-fasilitas yang akan di masukan dalam Sistem Informasi.
c)
Teknik Pustaka
Pengumpulan
data-data dengan cara mencari referensi-referensi dari berbagai buku yang
berkaitan dengan penelitian tersebut.
3.3 Alat dan Bahan Penelitian
Tabel 3.1 Perangkat Keras yang digunakan dalam
Penelitian
|
No
|
Perangkat Keras
|
Unit
|
Spesifikasi
|
|
1.
|
Laptop
|
1
|
- Processor Pentium(R) Dual-Core CPU
- RAM DDR2 2GB
- Hardisk 500GB
|
|
2.
|
Printer
|
1
|
CANON PIXMA iP2770
|
|
3.
|
Modem
|
1
|
Telkomsel
|
Tabel 3.2 Perangkat Lunak yang
digunakan dalam Penelitian
|
No
|
Perangkat Lunak
|
Keterangan
|
|
1.
|
Sistem Opersi
|
Ms Windows 7
|
|
2.
|
Ms Office 2007
|
- Ms Office word 2007
- Ms Office Power Point 2007
- Ms Office Excel 2007
|
|
3
|
Program
|
- Visual Basic
|
3.5 Langkah – Langkah Penelitian
Tahap – tahap yang
dilakukan dalam penelitian yaitu :
1.
Pengumpulan
data, yaitu proses pengumpulan informasi dari pihak yang terkait.
2.
Analisis
sistem, yaitu yang paling kritis dan penting karena jika terjadi kesalahan
dalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan di tahap berikutnya. Analisis sistem
bertujuan untuk menjemukan kelemahan dari sistem sehingga dapat diusulkan
perbaikan pada sistem yang baru.
3.
Desain
sistem, yaitu bagaimana merancang sistem yang akan dibangun.
4.
Pembuatan
aplikasi, yaitu tahap membuat rancangan interface melalui bahasa pemrograman.
Ada 5
tahapan pada Waterfall model,
seperti pada gambar dibawah ini :
![]() |
Gambar 3.1.
Model Waterfall
3.6 Jadwal Penelitian
Tabel
3.3 Jadwal Penelitian
|
No
|
Jenis
kegiatan
|
Februari
|
Maret
|
|||||||
|
Minggu ke
|
Minggu ke
|
|||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
|
1.
|
Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Pengambilan data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Analis dan desain system
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Pembuatan program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Uji program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.7 Flowchart Penelitian
![]() |
|
|
|
![]() |
( Gambar 3.2. Flowchart Penelitian
)
DAFTAR PUSTAKA
Aji Supriyanto (2005), Pengantar Teknologi Informasi, Salemba
Infotek, Jakarta
Andri Kristanto (2003), Perancangan Sistem Informasi dan
Aplikasinya, Gava Media, Yogyakarta
Andy Indra Rinaldi (2003), Skripsi, STMIK Unaya, Aceh Besar
Andi Offset 2014 Visual Basic source code. Edisi I Yogyakarta
Dwi
Budiarti (1999), Sistem Informasi
Manajemen, Mondial, Jakarta
Harianto Kristanto (1994), Konsep
dan Perancangan Database, Andi Offset, Yogyakarta
http://contohdanfungsi.blogspot.co.id/2012. dkk : 20 : 00. Tggl, 1 januari 2016
http://www.lepank.com/2012. dkk : 20. 00. Tggl, 1 januari 2016
Ponco W. Sigit
(1999), Analisis dan Perancangan Sistem,
Mondial, Jakarta






Tidak ada komentar:
Posting Komentar