PROPOSAL PENELITIAN
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN DAN KEGIATAN PADA KANTOR
KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA

DI SUSUN
OLEH:
NAMA:
JUNAIDIN / ABDUL FUAD
NIM : 12024014063 / 12024014119
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM MAKASAR
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Dalam
era globalisasi dan teknologi dewasa ini, penggunaan komputer sebagai salah
satu alat teknologi informasi sangat dibutuhkan keberadaannya hampir disetiap
aspek kehidupan.
Penggunaan
perangkat komputer sebagai perangkat pendukung manajemen dan pengolahan data
adalah sangat tepat dengan mempertimbangkan
kuantitas dan kualitas data, dengan demikian penggunaan perangkat komputer
dalam setiap informasi sangat mendukung sistem pengambilan keputusan.
Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima telah
berdiri secara resmi berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri
dan terdiri dari beberapa desa yaitu diantaranya, Desa Mbawa, Desa Mpili, Desa
O’o, Desa Kala, Desa Doridungga, Desa Palama,
Desa Rora, Desa Bumi Pajo dan Desa Ndano Na’e.
Dalam
aktifitasnya membuat pendataan
tentang kepegawaian dan sekaligus kegiatan di kantor Kecamatan Donggo belum
menerapkan sistem informasi
secara optimal. Dalam menyajikan
sistem informasi kepegawaian dan kegiatan tersebut
penggunaan komputer hanya sebatas pengetikan seluruh data pegawai yang
telah dipersiapkan sebelumnya dengan menggunakan aplikasi Ms-Word dan Ms-Excel,
sehingga didalam menghasilkan seluruh data pegawai dan kegiatan belum
akurat dan tidak efisien.
Data-data
yang berhubungan dengan pegawai dan
kegiatan yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima yang
terhimpun itu tentu saja sangat diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan dalam pencarian informasi dan kegiatan dibutuhkan maka diperlukan suatu sistem informasi.
Sistem informasi tersebut harus dapat diandalkan untuk mengolah data menjadi
informasi yang bermanfaat dalam mengambil keputusan manajemen baik rutin maupun
strategis.
Sehubungan dengan keadaan data kepegawaian
dan kegiatan yang ada pada kantor Kecamatan Donggo maka kami merasa perlu untuk
merancang suatu sistem yang terkomputerisasi agar mempermudah pegawai, terlebih
khususnya masyarakat untuk dapat mengetahui secara cepat dan tepat tentang
informasi yang di perlukan. Dengan ini mendorong suatu usaha untuk merancang
suatu sistem informasi pendataan kepegawaian
dan kegiatan yang ada di kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Hal ini
pula yang menjadi latar belakang penulis melakukan penelitian yang penulis
sajikan dalam karya ilmiah yang
berjudul ”Perancangan Sistem Informasi Kepegawaian dan Kegiatan Pada Kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1.
Bagaimana merancang sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan
Donggo Kabupaten Bima
2.
Bagaimana melakukan pengujian terhadap sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada kantor Kecamatan
Donggo Kabupaten Bima
1.3
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
- Merancang sistem informasi kepegawaian dan kegiatan pada
kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ?
- Melakukan pengujian terhadap sistem informasi kepegawaian
dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima ?
1.4
Batasan Masalah
Karena banyaknya aktifitas kerja pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima serta sesuai dengan judul penulis, untuk itu penulis perlu membatasi
masalah yang akan dibahas dalam karya tulis ini. Batasan tersebut hanya menitik
beratkan pada pendataan kepegawaian
dan kegiatan pada kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Adapun masalah yang
akan di bahas yaitu :
- Data Pegawai
- Data Kegiatan (Program Kerja)
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yaitu
:
1. Terhadap peneliti
a.
Untuk
menambah wawasan berfikir serta meningkatkan pengetahuan penulis di bidang
komputer
b.
Dengan
melakukan penelitian adalah salah satu pelatihan yang dapat di jadikan sebegai
salah satu pengalaman dalam persiapan menuju pelatihan dunia kerja.
2. Terhadap kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima
a.
Dengan
adanya perancangan sistem informasi dapat membantu dalam pengolahan data pada
kantor Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.
b.
Mempermudah
pencarian data pegawai dan kegiatan (program kerja) yang ada di kantor
Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Dasar Sistem
Sistem itu berasal dari bahasa Yunani yang
artinya kesatuan. Suatu sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
“Sistem adalah suatu jaringan kerja yang
terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu” (Ponco
W.Sigit, 1999:1).
Suatu sistem dalam mencapai tujuannya tentu memerlukan
suatu proses yang terdiri atas bermacam-macam tipe proses misalnya proses
secara konsep, proses secara fisik, proses secara prosedur, proses secara sosial
dan lain-lainnya.
Andri Kristanto (2003:1), mendefinisikan sistem
adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran
tertentu.
Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan
dan sasaran yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam
mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang
dihasilkan.
Menurut Aji Surpiyanto (2005:238) sistem adalah
kumpulan elemen, komponen atau subsistem yang saling berintegrasi dan
berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi setiap sistem memiliki
subsistem-subsistem dan subsistem terdiri atas komponen-komponen atau
elemen-elemen.
Sistem dapat tercapai dengan baik bila terdapat
pengawasan yang berguna untuk mengawasi pelaksanaan pencapaian tujuan yang
terdiri atas pengawasan data masukan/input, pengawasan data keluaran/output, serta
pengawasan terhadap operasi sistem.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data, data
adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu
yang terjadi pada saat tertentu.
Dwi Budiarti (1999:8), mendefinisikan informasi
adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) informasi
adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi
penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang.
Hubungan antara data dengan informasi dapat
dilihat seperti gambar dibawah ini :
Gambar 2.1 Transformasi data menjadi
informasi
Dari gambar 2.1 dapat dijelaskan bahwa data
dapat berupa simbol-simbol, yang dapat berupa huruf dan angka yang diolah
menjadi suatu output (informasi) dan hasil pengolahan data tersebut dapat
disimpan dalam suatu media penyimpanan, sehingga jika diperlukan dapat
ditampilkan atau disajikan kembali.
“Informasi merupakan kumpulan data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima. Tanpa
suatu informasi, suatu sistem tidak akan
berjalan dengan lancar dan akhirnya bisa mati. Suatu organisasi tanpa adanya
suatu informasi maka organisasi tersebut tidak bisa berjalan dan tidak bisa
beroperasi ” (Andri Kristanto, 2003:6).
Dengan kata lain sumber informasi
adalah data. Data menggambarkan suatu kejadian yang sedang berjalan, dimana
data tersebut akan diolah dan diterapkan dalam sistem menjadi input yang lebih
berguna dalam suatu sistem, kesalahan dalam mengambil dan memasukkan data dan
kesalahan dalam mengolah data akan mneyebabkan kesalahan dalam memberikan
informasi.
Kualitas suatu informasi tergantung pada tiga
hal yaitu, informasi harus akurat, tepat waktu dan relevan. Akurat artinya
informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau
menyesatkan. Tepat waktu, artinya informasi yang datang kepada penerima tidak
boleh terlambat. Relevan, artinya informasi tersebut mempunyai manfaat bagi
yang menbutuhkannya.
Nilai dari suatu informasi itu ditentukan oleh
dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Suatu
informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih besar/efektif dibandingkan
biaya untuk mendapatkannya.
2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi adalah sebuah
bahan penting bagi manajemen. Sistem informasi dalam sebuah organisasi dibatasi
oleh data yang dapat diperoleh, biaya untuk pengadaan, pengolahan dan
penyimpanan dan sebagainya. Sebuah sistem informasi berdasarkan komputer
biasanya dapat mengurangi biaya sekaligus meningkatkan kemampuan dan prestasi
sistem informasi.
Menurut Jogiyanto H.M
(1995:697) dalam Andy Indra Rinaldi (2003:8) mendefiniskan sistem informasi adalah
:
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang
merupakan kombinasi dari orang-orang fasilitas, teknologi, media,
prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur
komunikasi penting memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada
manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian intenal dan eksternal
yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan
yang cerdik.
Andri Kristanto (2003,11), mendefinisikan
sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak
komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat
keras dan perangkat lunak tersebut.
Menurut Aji Supriyanto (2005:243) sistem
informasi adalah sistem didalam suatu organisasi, yang mempertemukan kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan
strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan.
Selain itu sistem informasi dapat didefinisikan
sebagai berikut :
1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang
terdiri komponen-komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu
menyajikan informasi.
2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat
dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk
mengendalikan organisasi.
3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat
manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak
luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi dapat terdiri dari
komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building
block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model
block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology
block), blok dasar data (database block) dan blok kendali (control
block). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling
berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai
sasarannya.
-
Blok masukan : merupakan input yang
mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi yang dapat berupa
dokumen-dokumen dasar.
- Blok model : terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan
model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
- Blok keluaran : merupakan keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna.
- Blok teknologi : digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan
membantu pengendalian dari sistem keseluruhan. Teknologi itu sendiri terdiri dari 2 bagian utama, yaitu perangkat
software dan hardware.
- Blok basis data :
kumpulan dari data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan
digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
- Blok kendali :
dirancang dan diterapkan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem ataupun
kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi sewaktu sistem diimplementasikan.
2.4 Konsep Dasar Perancangan
Perancangan
adalah penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari
beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi
Perancangan sistem dapat dirancang dalam bentuk bagan alir sistem (system
flowchart), yang merupakan alat bentuk grafik yang dapat digunakan untuk
menunjukan urutan-urutan proses dari sistem (Syifaun Nafisah, 2003 : 2).
2.4.1
Konsep
Dasar Perancangan Sistem Informasi
Definisi Perancangan Sistem
Informasi
Menurut Adi Nugroho (2002:139) Perancangan sistem adalah
strategi untuk memecahkan masalah dan mengembangkan solusi terbaik bagi
permasalahan itu. Termaksud bagaimana mengorganisasikan sistem kedalam subsistem-subsistem,
serta alokasi subsistem-subsistem ke komponen-komponen perangkat keras,
perangkat lunak serta prosedur-prosedur.
1.
Konsep Perancangan
Sistem
Tahap dimana pendekatan
awal untuk menyelesaikan masalah yang dipilih selama perancangan sistem, struktur
keseluruhan diputuskan atau suatu kegiatan yang dilakukan untuk membentuk suatu
sistem dan juga dilakukan untuk menggambarkan bagaimana fungsi sistem itu
dibentuk.
2.
Tujuan Perancangan
Sistem
Memberikan gambaran
secara umum kepada user tentang
system yang baru dan memberikan gambaran yang jelas dan rancangan bangunan yang
lengkap kepada program computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Perancangan
sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu:
a) Untuk
memenuhi kebutuhan pemakai
b) Untuk
memberikan gambaran yang jelas dan rancangan bangun yang lengkap kepada
programmer yang terlibat desain sistem.
3.
Tahap Perancangan
Sistem
a) Tahap
Investigasi (Penyelidikan)
Tahap mengevaluasi
permintaan pengembangan suatu sistem tersebut apakah benar atau tidak. Pada
tahap ini kegiatan yang dapat dilaksanakan adalah:
(1). Studi awal,
yaitu memahami kebutuhan pemakai serta melihat dan mengevaluasi pengembangan
sistem.
(2). Studi kelayakan,
yaitu menentukan ruang lingkup, perkiraan biaya dan sumber daya lainnya guna
mendukung sistem yang dirancang
b) Tahap
Analisis
Memberikan pelayanan
informasi kepada pimpinan dalam melaksanakan proyek sistem.
c) Tahap
Implementasi
Melakukan uji coba pada
perangkat keras dan sebagai pengolahan dan penyajian informasi.
2.5 Diagram Arus Data (DAD)
Diagram arus data sering digunakan untuk
mengambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem yang baru yang akan
dikembangkan secara logika. Menurut
Ponco W.Sigit (1999:40) menyatakan bahwa
“Diagram Arus Data (DAD) merupakan alat analisis terstruktur yang baik
dan populer, karena dapat menggambarkan arus data pada suatu sistem secara
terstruktur dan jelas”.
1. External Entity (kesatuan luar)
Suatu sistem tentu mempunyai batas sistem yang
memisahkan suatu sistem dengan kesatuan luarnya. Kesatuan luar merupakan
kesatuan dilingkungan luar sistem yang bisa berupa orang, organisasi atau sistem
lainnya yang dapat memberikan input atau output dari luar sistem. Kesatuan luar digambarkan dengan simbol
persegi panjang :
|
Gambar 2.2 Simbol Kesatuan Luar
1. Proces (proses)
Proses adalah suatu kegiatan atau kerja
yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer. Proses berfungsi untuk mengolah
arus data yang masuk kedalamnya/input, kemudian dari proses itu juga
menghasilkan arus data/output. Suatu proses digambarkan dengan simbol lingkaran
atau empat persegi panjang dengan sudut-sudutnya yang tumpul.
![]() |
atau
Gambar 2.3 Simbol Proses
2. Data Store (simpanan data)
Data Store digunakan untuk menyimpan data
hasil proses maupun menyediakan data untuk diproses. Data store dapat berupa
file atau database pada sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak
tempat data, tabel acuan manual atau suatu agenda/buku. Suatu data store
digambarkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang ditutup di salah satu
ujungnya.
Gambar 2.4 Simbol Data Store
3. Data Flow (arus data)
|
Arus data
mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini
menunjukkan arus dari data yang bisa berupa masukan/input untuk sistem atau
hasil/output dari suatu proses. Arus data harus diberi nama yang jelas dan mempunyai arti, dimana nama dari
arus data dituliskan disamping garis panahnya.
Gambar 2.5 Simbol Arus Data
|
|
Gambar 2.6 Simbol Arus Data Dua Arah
2.6
Konsep Database Manajemen Sistem
Database adalah kumpulan file-file
yang saling berelasi, relasi tersebut biasa ditunjukkan dengan kunci dari tiap
file yang ada. Satu database menunjukkan satu kumpulan data yang dipakai dalam
satu lingkup perusahaan atau instansi.
Menurut Harianto Kristanto (1994:1)
menyatakan “Suatu Database Management System (DBMS) berisi satu koleksi data
yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses data tersebut”. Jadi
DBMS terdiri dari Database dan Set Program pengelola untuk menambah data,
menghapus data, mengambil dan membaca data.
Suatu DBMS terdiri dari beberapa
elemen antara lain :
1. Entity, adalah orang, tempat kejadian atau
konsep yang informasinya direkam. Pada bidang administrasi siswa misalnya, entity
adalah siswa, buku, pembayaran, nilai test;
2. Atribute, setiap entity mempunyai atribute
atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang siswa dapat dilihat dari
atributnya, misalnya nomor siswa, nama, alamat, nama orang tua, hobbi;
3. Data Value (nilai atau isi data),
adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau
atribute. Atribut nama karyawan menunjukkan tempat dimana informasi nama
karyawan disimpan, sedangkan data value adalah syafrizal merupakan isi data
nama karyawan tersebut;
4. Record, merupakan elemen yang saling
berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Satu record
mewaklli satu data atau informasi tentang seseorang misalnya, nomor karyawan,
nama karyawan, alamat, kota, tanggal masuk;
5. File, merupakan kumpulan record-record
sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribute yang sama namun
berbeda-beda data valuenya;
6. Database, adalah kumpulan file-file yang
mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu
bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan, instansi dalam batasan
tertentu.
2.7 Kepegawaian dan Kegiatan
Data pegawai dan
kegiatan merupakan hal yang penting disajikan secara
tepat, akurat dan mudah dipahami serta sangat diperlukan sebagai acuan dalam
menyajikan informasi.
Pegawai adalah sesorang yang melakukan penghidupanya dengan bekerja
dalam kesatuan organisasi, baik kesatuan kerja pemerintah maupun kesatuan kerja
swasta. (Soedaryono;2000). Kegiatan adalah bagian dari program yang
dilaksanakan oleh satu atau beberapa satuan kerja sebagai bagian dari
pencapaian sasaran terukur pada suatu program. (Ramlan S).
Data-data yang berhubungan dengan kepegawaian dan kegiatan yang terhimpun itu tentu
saja sangat diperlukan suatu sistem informasi yang handal dan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan, sehingga dapat menghemat biaya, tenaga serta
mengefisienkan waktu.
2.8 Perangkat Lunak yang di Gunakan
Kemajuan teknologi komputer sebagai
pendukung pemrosesan data dan informasi telah menjadi kebutuhan pokok
perusahaan. Komputer digunakan sebagai alat penunjang pemroses data dan
informasi serta dapat meningkatkan kinierja perusahaan dan operasionalnya.
2.8.1 Perkembangan
Visual Basic
Visual Basic1.0 dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan
untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg
dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD, Kemudian Microsoft mengontrak
copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows
3.0 dibawah nama kode Ruby.[3] Berikut Perjalanan Visual Basic (VB 1.0 Sampai
VB 8) :[1] Perjalanan dari Visual Basic (VB1 to VB 10):[4]
- Proyek “Thunder” dirintis
- Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada COMDEX/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia
- Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
- Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB 4.
- Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau access) 1.x
- Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic
- Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit . Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control.
- Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008.
2.8.2 Visual Basic
Visual Basic merupakan
bahasa pemrograman yang sangat mudah dipelajari, dengan teknik pemrograman
visual yang memungkinkan penggunanya untuk berkreasi lebih baik dalam menghasilkan
suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan dalam visual basic
adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan
dalam script yang sangat mudah.
Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan
kemampuan Visual Basic untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi lain di dalam
sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini
memungkinkan penguna untuk memanggil dan menggunakan semua model data yang ada
di dalam sistem operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik
pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman
yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP).
Visual Basic
sebetulnya perkembangan dari versi sebelumnya dengan beberapa penambahan
komponen yang sedang tren saat ini, seperti kemampuan pemrograman internet
dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur
database dan multimedia yang semakin baik. Sampai saat buku ini ditulis bisa
dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat
program aplikasi yang ada di pasar perangkat lunak nasional. Hal ini disebabkan
oleh kemudahan dalam melakukan proses development dari aplikasi yang dibuat.
Pembuatan program
aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan dengan membuat tampilan aplikasi
pada form, kemudian diberi script program di dalam komponen-komponen yang
diperlukan. Form disusun oleh komponen-komponen yang berada di [Toolbox], dan
setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya lewat jendela [Property].
Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam
sistem operasi windows, seperti membuat form baru, membuat project baru,
membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat
fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk lebih jelasnya
Visual Basic menyediakan bantuan yang sangat lengkap dan detail dalam MSDN.
Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan
oleh suatu project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung
pada jenis project yang dibangun. Komponen standar dalam toolbox dapat dilihat
dalam panel kanan program Visual Basic.
Komponen Visual Basic studio

Layar Visual Basic hampir sama dengan layar
program-program aplikasi windows pada umumnya. Kita dapat memindah-mindahkan,
menggeser, memperbesar atau memperkecil ukuran setiap komponen layar Visual
Basic seperti kita memanipulasi layar windows.
Komponen-komponen dari lingkungan Visual Basic
tersebut antara lain adalah :
1. Baris Menu
Menu merupakan kumpulan perintah-perintah yang
dikelompokkan dalam kriteria operasi yang dihasilkan. Visual Basic menyediakan tiga belas menu, keterangan
masing-masing terdapat pada tabel berikut :
2. Toolbar
Kehadiran tombol-tombol speed pada toolbar
akan sangat membantu dalam mempercepat akses perintah (yang bias jadi
tersembunyi di dalam tingkat-tingkat hirarki). Sebab tombol speed berfungsi
sama dengan perintah yang tersedia (dan tersembunyi) di dalam menu.
3. Form

Form adalah bahan untuk pembuatan window. Kita
meletakkan kontrol pada form. Kontrol ini misalnya tombol, check box, radio
button, memo label, panel dan sebagainya. Pada form tersedia tombol
minimize/restore dan close, ketiganya terletak di pojok kanan atas.
Ukuran form bisa diubah dengan drag dan drop
tiga titik di sebelah kanan, bawah dan pojok kanan bawah. Jika drag ke arah ke
luar akan memperbesar dan sebaliknya akan memperkecil.
Untuk mengaktifkan form ada tiga cara yaitu :
a.
Klik
tombol View Object pada Window Project
b. Dari Menu View klick
perintah object
c. Tekan tombol Shift +F7
pada keyboard.
4. Window Code

Window Code adalah window tempat kita
menuliskan progam. Pada window ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap. Jika
kita melakukan klik ganda pada sebuah object yang berupa kontrol atau form maka
window code ini akan langsung aktif dan membawa kursor kita ke tempat penulisan
program yang terkait dengan obyek tersebut. Tempat penulisan berada diantara
kata Private Sub dan End Sub.
Untuk mengaktifkan Window Code ada beberapa cara :
a. Klik tombol View Code pada Window Project
b. Dari menu View klik perintah Code
Pada Window Code ini terdapat dua buah fasilitas utama
yaitu pemilih object dan prosedur. Hasil pemilihan akan membawa kursor ke
lokasi penulisan kode program sesuai pemilihan kita.
5. Toolbox
Toolbox adalah tempat penyimpanan
kontrol yang akan kita gunakan pada program yang dipasangkan pada form. VB6
menyediakan 21 kontrol, masing-masing dapat dilihat pada tabel berikut :

6.
![]() |
Project Explorer
Project Explorer berfungsi berbagai saran
pengakses bagian-bagian pembentuk project. Pada windows ini terdapat tiga
tombol pengaktif untuk Windows Code, Windows Object dan Toggle Folder. Juga
terdapat diagram yang menampilkan susunan folder penyimpanan file-file project.
Secara default windows ini menempati dock-nya
sendiri, yaitu di sebelah kanan atas. Namun kita bisa membuatnya mengambang
keluar dock dengan cara mengklik atau drag keluar judul windows ini.
Untuk menampilkan windows ini dengan caranya adalah :
a. Dari menu View pilihlah Project Explorer
b. Tekan tombol CTRL +R pada keyboard
7. Window Properties

Window ini bertugas menyiapkan segala properti dari objek yang
diperlukan dalam perancangan user interface maupun pemrograman. Pada
window ini terdapat semua properti yang dimiliki oleh objek terpilih (cara
memilih objek adalah klik objek langsung pada diagram di project explorer atau
klik langsung pada objeknya, misalnya form).
Pada windows ini terdapat dua tab yang
menampilkan properti dalam dua cara sesuai dengan nama tab yaitu tab Alphabet
(diurutkan berdasarkan namanya sesuai dengan abjad, ini merupakan pilihan
default) dan Categories (diurutkan berdasarkan fungsinya). Masing-masing
properties memiliki nilainya sendiri-sendiri yang telah disediakan VB6 atau
kita isikan sesuai dengan kebutuhan.
Cara menampilkan window ini caranya :
a. Dari Menu View pilihlah Properties Window
b. Tekan tombol F4 pada keyboard
8. Window Form Layout

Bisa digunakan untuk mengatur tata letak form
pada layar monitor. Seringkali kita salah menempatkan form sehingga untuk
mendapatkan posisi yang kita inginkan, setiap kali kita harus menjalankan
program unuk mengetahui posisi dari hasil penyetelan yang kita lakukan. Dengan
adanya window form layout ini pekerjaan yang berulang-ulang yang tidak
kita inginkan tersebut bisa dihindari.
9. Window Intermediate
Berguna untuk mencoba beberapa instruksi program pada windows ini. Pada
program saat menguji program, window ini bisa digunakan sebagai windows debug.
10.
Metoda
(Method)
Metoda adalah
suatu set perintah seperti halnya fungsi dan prosedur, tetapi sudah tersedia di
dalam suatu objek.
11. Event
Event
adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu objek, misalnya klik,
seret, tunjuk dan lain-lain. Event yang diterima objek akan memicu MS-Visual
Basic menjalankan kode program yang ada di dalamnya.
Contoh : Private Sub
Command1_Click( )
Baris di atas
menunjukkan penggunaan Event Click pada objek command1, maka baris-baris kode
program di bawahnya akan dilaksanakan.
2.8.3 Objek & Komponen
Merupakan komponen dalam program serta elemen
antar muka yang di buat pada form VB menggunakan Control Toolbox. Kita harus
memindahkan, mengubah ukurannya, mengatur letak objek (Setting Property). Objek
memiliki Imberent Functional yaitu objek mengetahui cara beroperasi dan
merespon pada kondisi tertentu.
Contoh – contoh Objek dan Komponen pada VB beserta
fungsinya :
Ø TextBox (tempat input/menampilkan teks -> bebas mengubah)
Ø Label (teks pada form; tidak dapat langsung di ubah)
Ø Command Button (menjalankan perintah/proses jika di tekan)
Ø Frame (pengelompokan kontrol-kontrol secara visual/fungsional)
Ø CheckBox (menampilkan kondisi Y/N atau T/F)
Ø Form (tempat kerja program aplikasi)
Ø ComboBox (kombinasi textbox & listbox, pilih dari list
atau ketik)
Ø ListBox (multiselect)
Ø PictureBox (menampilkan gambar)
Ø Image (menampilkan gambar, tapi tidak bisa sebagai kontainer
kontrol)
Ø Option Button (mirip dengan checkbox, tapi hanya satu pilihan
yg dapat di pilih)
Ø HS/VS ScrollBar (scrollbar Horizontal dan Vertikal)
Ø Line (membentuk garis)
Ø Data (data binding)
Ø OLE – Object Lingking and Embedding (lokasi program
eksternal, ex : word ms, dll.)
Ø Project (sekumpulan modul aplikasi itu sendiri)
Ø module (modul fungsi-fungsi kontrol)
Ø Code Editor (tempat sintaks/coding)
Ø DBGrid (menampilkan item-item database)
Ø Pointer (untuk memilih kontrol)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu Dan Tempat
Penelitian
Peneliti memilih objek penelitian pada Kantor
Kecamatan Donggo Kabupaten Bima di mulai pada bulan Januari – Februari 2016.
3.2 Teknik Pengumpulan Data
1.Sumber Data Sekunder
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti
secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak
lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang
telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang dipublikasikan dan yang tidak
dipublikasikan.
Terdapat tiga teknik pengumpulan
data yang digunakan pada jenis field research,
yaitu:
a.
Teknik Observasi
Pengamatan langsung ke kantor Kecamatan Donggo, data
yang dikumpulkan yaitu data-data
asli berupa data fisik yang akan digunakan di Sistem Informasi yang dirancang.
b.
Teknik Wawancara
Mengumpulkan data – data dengan cara melakukan wawancara langsung dengan beberapa Pegawai maupun staf pada kantor Kecamatan
Donggo, data yang dikumpulkan meliputi fasilitas-fasilitas
yang akan di masukan dalam
Sistem Informasi.
c.
Teknik Pustaka
Pengumpulan data-data dengan cara
mencari referensi-referensi dari berbagai buku yang berkaitan dengan penelitian
tersebut.
3.3 Alat dan Bahan
Penelitian
Tabel 3.1 Perangkat Keras yang digunakan
dalam Penelitian
|
No
|
Perangkat Keras
|
Unit
|
Spesifikasi
|
|
1.
|
Laptop
|
1
|
- Processor Pentium(R) Dual-Core CPU
- RAM DDR2 2GB
- Hardisk 500GB
|
|
2.
|
Printer
|
1
|
CANON PIXMA iP2770
|
|
3.
|
Modem
|
1
|
Telkomsel
|
Tabel 3.2 Perangkat Lunak yang digunakan dalam
Penelitian
|
No
|
Perangkat Lunak
|
Keterangan
|
|
1.
|
Sistem Opersi
|
Ms Windows 7
|
|
2.
|
Ms Office 2007
|
- Ms Office word 2007
- Ms Office Power Point 2007
- Ms Office Excel 2007
|
|
3
|
Program
|
- Visual Basic
|
3.4 Langkah
– Langkah Penelitian
Tahap – tahap yang
dilakukan dalam penelitian yaitu :
1.
Pengumpulan
data, yaitu proses pengumpulan informasi dari pihak yang terkait.
2.
Analisis
sistem, yaitu yang paling kritis dan penting karena jika terjadi kesalahan
dalam tahap ini akan menyebabkan kesalahan di tahap berikutnya. Analisis sistem
bertujuan untuk menjemukan kelemahan dari sistem sehingga dapat diusulkan
perbaikan pada sistem yang baru.
3.
Desain
sistem, yaitu bagaimana merancang sistem yang akan dibangun.
4.
Pembuatan
aplikasi, yaitu tahap membuat rancangan interface melalui bahasa pemrograman.
Ada
5 tahapan pada Waterfall model, seperti pada gambar
dibawah ini :
![]() |
Gambar 3.1. Model Waterfall
3.5 Jadwal Penelitian
Tabel 3.3 Jadwal
Penelitian
|
No
|
Jenis
Kegiatan
|
Januari
|
Ferbuari
|
||||||
|
Minggu
ke
|
Minggu
ke
|
||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1
|
Persiapan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Pengambilan Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Analis dan desain sistem
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Pembuatan program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Uji program
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.6 Flowchart Penelitian
![]() |
![]() |
|
|
|
![]() |
( Gambar 3.2. Flowchart Penelitian )
DAFTAR PUSTAKA
Adi Nugroho,2009, Perancangan
dan Implementasi Sistem Basis Data, Andi Publisher, Yogyakarta.
Aji Supriyanto (2005), Pengantar Teknologi Informasi, Salemba
Infotek, Jakarta
Andri Kristanto (2003), Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya,
Gava Media, Yogyakarta
Andy Indra Rinaldi (2003), Skripsi, STMIK Unaya, Aceh Besar
Andi Offset 2014 Visual Basic source code. Edisi I Yogyakarta
Dwi
Budiarti (1999), Sistem Informasi
Manajemen, Mondial, Jakarta
Harianto Kristanto (1994), Konsep
dan Perancangan Database, Andi Offset, Yogyakarta
http://contohdanfungsi.blogspot.co.id/2012. dkk : 20 : 00. Tggl, 1 januari 2016
http://www.lepank.com/2012. dkk : 20. 00. Tggl, 1 januari 2016
http://automotivehunter.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-perancangan.html
Ponco W. Sigit
(1999), Analisis dan Perancangan Sistem,
Mondial, Jakarta








Tidak ada komentar:
Posting Komentar